Kamis, 26 Maret 2015

Ayah 😢







Pada malam itu ku menyendiri..kali ini aku sedang merenung

entah apa yang sedang aku fikirkan, berawal dari tontonan televisi

tiba-tiba mataku mengeluarkan sedikit demi sedikit air mata yang lalu membasahi pipi ku:'(

entah aku jadi cengeng, apa aku terlalu melow atau gimana ?

ketika ada suatu tayangan yang menceritakan tentang keluarga terutama ayah.....





aku tersadar hingga detik ini aku bernafas itu karenaMu ayah,,,,

aku orang yang tak pernah mengungkapkan rasa sayang kepada kedua orang tuaku..

entak kenapa ?

padahal begitu besar rasa sayang ini untuk mereka kedua orang tuaku tercinta





Ayahh...

diusiamu yg tak lagi mudaa

kau tetapbekerja demi keluarga

untuk aku yg masih sangat membutuhkan biaya untuk sekolah

kau tak pernah lelah

kau tak pernah mengeluh

kau hanya berdoa dan berusaha agar selalu dilimpahkan rezki olehNYA..

tetapi aku tak sepertimu ayah

aku selalu mengeluh

terkadang ketika aku meminta uang saku-ku di tambahkan dan kedua orangtuaku menolaknya

aku marah,,,

aku malah mengatakan bahwa mereka itu pelit :'(





Masih banyak lagi dosa yg ku perbuat terhadapMu Ayah..

Saat kau melarang ku untuk tidak pacaran dulu, tapi aku malah lebih memilih wanita itu di banding diriMu yg sangat berarti seumur hidup ku...





yaaaa... ALLAH maaafkan akuu......

dibalik semua itu mereka menginginkan aku untuk hidup sederhana dan apa adanya

karena ibuku bilang "janganlah selalu lihat keatas, lihatlah selalu kebawah dimana ada yang lebih-lebih sederhana darimu nak"

otakku berfikir memang benar apa yang dikatakan ibu,

jika kita melihat keatas, kita akan berfikir "aku ingin seperti mereka" yang belum tentu atau tidak bisa seperti merekaaa

dan ketika kita melihat kebawah tanpa komando kita akan mengucapkan "alhamdulilahaku tidak seperti mereka"

dan rasa syukur karena tidak berada dinposisi merekaa..





Doaaa....

berikanlah kesehatan untuk ayah, ibu dan keluargaku yaaaa Robbiiiii...............

berikanlah umur panjang kepada mereka agar mereka dapat merasakan hasil keringatku kelak..

amiinnnn ya robbalalamiinnn :) :)

Luka Bersama Titik Hujan Di Ujung Senja









Aku melewati kehingar-bingaran kota ini. tapi rasaku mati, semua senyap. Sekalipun itu tidak gelap. Menikmati lampu - lampu kota. Menyusun penglihatan dari jauh mata memandang. 

Dalamnya perasaan ini, 
halusnya jujur ini. Tak mengerti seperti apa hati itu berbentuk saat ini, 
selalu sepi. Tapi sungguh ternikmati setiap inci yang tiada dipeduli. 

Keindahan di atas keacuhan, karena itulah bahasa diam lebih indah 
ketika pengorbanan adalah keikhlasan sebagai tujuan, keindahan LUKA itu hanya dimilikki oleh "pencinta sejati" , karena para pencinta sejati hanya mengenal "memberi.." ia yg menciptakan "perasaan" itu dengan empati dan simpati. 

LUKA itu hanya kepunyaan yg benar - benar memahami, karena pecundang adalah ia yg selalu takut terluka ketika ia maukan CINTA. Tak mampu bait puisi ku rakit. Ku rangkai seperti hari kemarin, Hari ini bukanlah berbeda dengan sakit yang dulu pernah ada. 
Tapi CINTA, Bukankah ia yang mengerti dari sebuah kata “Pengertian” itu sendiri? 
Aku diam bukan bisu.... 
Karena ketulusan selalu hadiahkan Rasa yang terdalam. Dari keindahan TUHAN yang Maha Tahu atas segala perjuangan untuk kebahagiaan seseorang. Insya Allah.... 

Teringat kembali status yang pernah dinyatakan oleh salah satu teman dunia maya ... 
“kita memaafkan kesalahan orang pada kita, bukan karena kita mau dan sudah bisa memaafkannya, tapi kita memberikan maaf padanya adalah hanya karena Allah saja”. Yah, memaafkan itu jauh lebih sulit ketika kita bandingkan dengan meminta maaf, mudah saja kita membuat kesalahan terhadap orang lain, namun sadarkah kita juga? Bahwa kita telah mendzalimi mereka? Memaafkan adalah hal yang paling sulit, tapi kesanggupannya yang karena Allah menjadi tujuan utama. Keikhlasan atas mengharapkan RidhaNYA maka kemuliaanlah baginya. 

Allah berfirman : 
“Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia” 
(QS. Asy-Syuura: 43) 

Rasulullah juga bersabda : 
“Wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu.” 
(HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy). 

Cinta itu rentan dengan kelukaan, pengkhianatan bagi setiap pelakunya, yang dapat bertahan adalah mereka yang sungguh memiliki jiwa yang besar, Karena CINTA.. Cinta itu tidak dan bukan tumbuh dengan lamanya waktu. Tidak tertuai indah karena ada kesamaan diantaranya, namun cinta tumbuh karena ada kecocokkan, saling melengkapi, dan ia kuat karena ia tertanam dengan pengertian satu sama lain. Ia bertahan karena ada pengorbanan untuk tidak egois, tercerai berainya bukan karena CINTA itu sudah tidak ada, namun ia hilang karena ia tak pernah dipedulikan dan dijaga. 

Hatiku ibarat kaca. Semua telah hancur tak berupa. Ku satukan meski tak sempurna untuk membagi yg terbaik untukmu dan baginya dan kini, tanpa rasa kau remukkan bias sisa yg tak berwarna. Sungguh dimana indahmu? ataukah yg mengindahkan semua ini adalah pengertian dan kekuatanku dariNYA? 

Aku paham, merangkai kaca yang pecah menjadi utuh itu adalah benda yang mustahil untuk disempurnakan tanpa kecacatannya. Namun biarlah tanda retak itu menjadi satu bukti kekuatan kita bahwa dalam ujian pun ada kenikmatan-NYA. Pelajaran yang bertambah menjadikan kita kuat ke depannya. 

Allah tidak pernah menciptakan sesuatu hal dan peristiwa tanpa ada hikmah di baliknya. Bagimu yang terluka, Tak semua apa yang kita mau, yang kita butuhkan kita dapati hari ini. Pernah satu masa kita dibuat waktu begitu teguh dan yakin, atas sesuatu yang mengindahkan kehidupan. dan dalam hitungan detik kadang semua hancur dan lantah begitu saja... 
tahukah? Karena sebuah keikhlasan itu, tidak sebatas ucapmu dan janjimu... 

Allah lebih tahu, bahwa kemenangan akan di dapatkan mereka yang mampu dan sanggup melewati segala ujian-NYA... 
Bukankah SYURGA itu adalah tempat yang paling Sempurna? 
Biarlah jika tak kau dapatkan di tempat yang fana ini... 
Insya Allah akan kau terima dalam kekekalan di syurga-NYA... 

Dan sekarang tanamkanlah kebaikkan, karena kau sendiri yang akan menuainya...
keikhlasan itu tidak terucap, "aku sudah mengikhlaskannya.., aku ikhlas kok kalau dia begitu..., dan bla bla blaa...". 
Soal IKHLAS itu tidak bisa diucapkan, dan paling enggan untuk dibicarakan, karena ia begitu "ikhlas" sehingga "keluar dari biasaannya". Hingga hanya menjadi dia dan PEMILIK HATINYA yang Mengetahui. 

Semua tak lagi dapat bersuara ketika telah dari sebuah pengertian musti tercerna bait demi baitnya. Baris - baris risau menjuntai dengan sendirinya. Bukan karena ketakutan ia mengungkung kenyataaan yg ada di depannya tentang hujan membawa sebuah kerinduan yang terlalu lama tersimpan membisikkan kepiluan, ketidak hadiran sebuah keutuhan, ingin ku tulis perih itu dalam genang airnya. Agar semua cepat terbasuh dengan basah rintiknya seperti hati seorang perempuan. Andai semua lelaki tahu, bahwa hati wanita sungguh luas dengan kemaafan... apakah masih ada dusta yg ia bagi? sekalipun beralasan untuk sebuah "kebahagiaan". 
Kebenaran bukan dengan dusta putih,melainkan hanya dengan dasar "kejujuran". Pahit yg sebagai perjuangan bahkan pengorbanan dan bertujuan "keikhlasan...." 

Hujan, semua tak lagi dapat bersuara ketika telah dari sebuah pengertian musti tercerna bait demi baitnya. Baris-baris risau menjuntai dengan sendirinya. Bukan karena ketakutan ia mengungkung kenyataaan yg ada di depannya karena ini tentang duka yang lekas kan ku kemas ketika rintik hujan mulai berpenghujung senja... 



Untukmu yang masih mencintai. Cinta Allah itu selalu menjaga karena ketika kasih sayang yang tidak pernah melukai itu tak dihargai kejujurannya tak dipedulikan pengorbanannya. teracuhkan rasa sabarnya. Allah telah menghadirkan kesadaran bagi mereka yang beku hatinya karena semua yang karena Allah saja, tak akan ada duanya tersimpan sendiri dalam palung hati dan akan menghiasi memori bahwa apa yg dari hati, akan sampai dan diterima dengan hati...insya Allah... #H...T

Minggu, 22 Maret 2015

Aku Mencintaimu Karena Allah



Ya Allah
jika aku mulai mencintainya, ijinkan aku hanya diam..Jika aku mulai berangan tentangnya, ijinkan aku memendam..jika aku mulai berharap banyak akan hidupnya, ijinkan aku untuk memadamkan..rasa ini sungguh bagiku memalukan..aku punya apa yang tak ia punya..aku rasa apa yang tak ia rasa..aku bilang pembodohan dalam cinta..dia bilang ini anugerah darimu wahai sang penguasa rasa..aku ingin memendamnya dalam jiwa..ia ingin mengungkapkan yang tak kuharap ada..


Ya Allah..perbaikilah semuanya..dekatkan aku, jika dia bertaqwa..dekatkan aku, jika dia mampu membawaku dalam singgasananya..Singgasananya para malaikat yang Kau cinta..
Ya Allah..Aku ingin mencintainya karena Mu..aku hanya ingin memilikinya atas izinmu..jauhkan dia dariku kalau memang tak pantas untukku..tapi ijinkan aku menikmati sendiri ini dalam bisu..tanpa ada yang tau, kecuali engkau sang maha mengetahui..
Karena Cintaku hanya ingin mengharap Ridhomu.
.



Rabu, 22 Oktober 2014

I HOPE WITH YOU




Ketika di dekatmu, aku kehilangan kata-kata. hanya bisa berharap, tatapan mata ku dapat menyampaikan perasaanku.jika harapan untuk memiliki mu hanya sebatas mimpi, maka biarkan aku tidur untuk selamanya.
******
Untuk kesekian kalinya, aku kembali melirik layar handphone ku. berharap kau mengirimkan pesan untuk ku.hampir setiap 15 menit, aku mengeceknya. tapi, yang ku harapkan tak pernah ada. sampai waktu menjelang tidur, aku mengeceknya kembali.tapiu, tak pernah ada pesan darimu.
Tunggu ! kegiatan itu berlangsung pada hari berikutnya. kembali menunggu pesan darimu.berharap kau akan menanyakan kabarku, atau sekedar menanyakan masalah pekerjaan. setiap hari, aku hanya menunggu, menunggu, dan menunggu.terkadang, aku jenuh dengan ketidakpastian ini, sampai kapanaku harus menunggumu? kenapa aku tidak memulainya dari diriku sendiri?andai saja, kau tau.menunggu itu tak semudah yang kau bayangkan.
Berharap sesuatu yang tak pernah pasti,hanya bisa duduk sendiriandan menerka-nerka tanpa ada jawaban yang jelas.
suatu hari, aku memperhatikan layar ponselku, melihat beberapafoto,dan berfikir, "Ty, sebenarnya apa yang kau tunggu? jawaban atas perasaan mu?dia sendiri bahkan tidak tau, kalau kau menyukainya. jadu, untuk apa kau menunggu? berharap dan terus berharap.berharap dia akan peka dan menjawab semua pertanyaan mu selama ini? tapi, kapan waktu itu akan datang? apa kau harus menunggu lebih lama lagi?"dan sejak itu, aku memutuskan untuk melupakannya.
*******
Tak terasa, waktu berlalu begitu cepat, aku bisa bangkit dari harapan semu dan ketidakpastian. dan sekarang aku sudah menganggapnya biasa saja.aku tak harus mengecek handphone ku dan menunggu pesan darimu lagi. sekarang, aku benar-benar lepas dari harapan tentangmu !
Tapi, ternyata aku slah. ku kira, setelah melupakanmu, semua masalah akan selesai. tapi, ternyata harapanku tak sejalan dengan kenyataan.aku kembali dekat denganmu. berbagi kisah dari sepotong pesa. dan sekarang, kau kembali membuatku menunggu lagi.
aku kembali memeriksa ponselku. melihat percakapan kita beberapa hari lalu, dan tersenyum kecut."apa arti setiap pesanmu itu? apakah pesan itu benar-benar serius atau hanya lelucon?"
*****
Hari ini, aku kembali menunggu. Berharap, kau mengirimkan pesan dan bertanya kabarku. tapi, entah kenapa hari ini terasa berbeda. kau tak mengirimiku pesan.namun, sama seperti biasanya, aku terus menunggu dan berharap.
menunggu dan berharap kau peduli padaku. atau yang lebih baiknya, kau memberikan kepastian untukku

Senin, 07 April 2014

Pandangan dari dalam hati

Untuk dia, dari seorang yang melihat dari kejauhan.
Raga berpindah, terbawa
langkah-langkah kecil di siang hari
lagi,tempat ini dan waktu ini
bawa seberkas ingatan,dari hari ke hari

Mataku tersentak melihat seberkas wajah
kabur pandangan dibawa perasaan
Disangka si dia yang berpapasan,
sayang hanya lamunan di tengah siang.

Angin meraba mesra kala senja menyapa
Mata dimabukkan sehelai kain penutup muka
Sesaat senyum merekah diatas muka,
tertatap wajah yang ditunggu jiwa
namun sadar raga dari imaji senja
lalu hilang senyuman begitu saja.

Langit menghitam,
terbuka rembulan di tengah tirai malam
badan tersentak ketika mata terbelalak,
tertangkap wajah yang ada dalam ingatan

Kalbu tak ingin tertipu lagi,
berusaha ia bangkit dari dunia fantasi
Pulangkan cepat jiwa yang terbang
ke dalam wadah di atas bumi

Namun wajah itu tak kunjung hilang,
tatapan dibalas gerak sapaan
lorong waktu berhenti berjalan,
saat karangan senyum lembut merekah indah

Terbayar kekecewaan yang telah terlewat
sekejap pertemuan jadi obat kerinduan
untuk malam ini
dan malam-malam yang akan datang

Daun Terakhir Yang Gugur

Semua terasa indah, semua mendekatiku.
Saat diri ini memiliki dedaunan yang indah, mereka semua mendatangiku.
Melepas penat mereka, melepas segala gundah di hati.
Mereka bercanda tawa, menceritakan segala yang menjadi kerikil di hati.

Daun-daun telah menopang mereka, batangku media daun untuk melindunginya.
Semua pasti bisa. Selama daun tetap ada.
Hari berganti hari, daun itu gugur dan gugur.
Kini yang dahulu bukanlah yang sekarang.
Semua terasa pergi menghilang.
Tinggalah diri ini bersama daun yang terakhir.
Berharap tidak akan pernah gugur.

Sayangnya aku tak menyangka, disaat ku benar-benar membutuhkan kehidupan dari daun.
Ternyata daun itu telah gugur.
Aku tak tahu harus bagaimana lagi.
Sulit untuk melanjutkan hidup tanpa daun itu.
Sulit untuk memulai hidupku yang baru.

Bukanlah hal yang mudah untuk menumbuhkan semua itu.
Mengapa segalanya harus hilang dari hadapanku.
Apakah aku begitu tidak berguna?
Sehingga daun berguguran dari rantingku.
Hanya satu harapanku,
tuk kembali bisa hidup.
Aku butuh satu daun,
tuk bisa melanjutkan hidup!

Senyuman Rembulan

Ku usapa helai angin dingin yang hangatkan kerinduan
bersama relung impian, diantara puing kenangan dan mozaik harapan
bercerita pada lengkungan bulan sabit dan bintang fajar

Dia,adalah jawaban atas penantian
kuharap luka tahun silam
tak lagi kucurkan tangisan
meredupkan senyuman
membasahi indra penglihatan
bagaimanapun cinta pernah pergi
meski kini kembali menyambangi
namun kehampaan harus ku perhitungkan
rindu terbongkah, usang dalam endapan kenangan
terkuak debu asmara, menghambur pekat
masih hangat senyuman itu

Sama ketika kau berpaling dar
sebuah kejujuran telah teruraikan
mencipta samar sebuah kesimpulan

iku
 Kau,masih kuharapkan..
jeda kebahagiaan tlah di akhir alinea
titik enggan kita torehkan
dan senyumanmu pembuka alinea baru
kau meminang cintaku

Mahakarya sang pencipta cinta
dalam mengasah kisah
dinaungi sinar samar terpancar
mentari berbinar
nampak jelas nanar muka ayu menawan
merona mengukir senyuman
ketika lantang ku katakan, kita balikan…