Untuk dia, dari seorang yang melihat dari kejauhan.
Raga berpindah, terbawa
langkah-langkah kecil di siang hari
lagi,tempat ini dan waktu ini
bawa seberkas ingatan,dari hari ke hari
Mataku tersentak melihat seberkas wajah
kabur pandangan dibawa perasaan
Disangka si dia yang berpapasan,
sayang hanya lamunan di tengah siang.
Angin meraba mesra kala senja menyapa
Mata dimabukkan sehelai kain penutup muka
Sesaat senyum merekah diatas muka,
tertatap wajah yang ditunggu jiwa
namun sadar raga dari imaji senja
lalu hilang senyuman begitu saja.
Langit menghitam,
terbuka rembulan di tengah tirai malam
badan tersentak ketika mata terbelalak,
tertangkap wajah yang ada dalam ingatan
Kalbu tak ingin tertipu lagi,
berusaha ia bangkit dari dunia fantasi
Pulangkan cepat jiwa yang terbang
ke dalam wadah di atas bumi
Namun wajah itu tak kunjung hilang,
tatapan dibalas gerak sapaan
lorong waktu berhenti berjalan,
saat karangan senyum lembut merekah indah
Terbayar kekecewaan yang telah terlewat
sekejap pertemuan jadi obat kerinduan
untuk malam ini
dan malam-malam yang akan datang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar