Senin, 07 April 2014

Senyuman Rembulan

Ku usapa helai angin dingin yang hangatkan kerinduan
bersama relung impian, diantara puing kenangan dan mozaik harapan
bercerita pada lengkungan bulan sabit dan bintang fajar

Dia,adalah jawaban atas penantian
kuharap luka tahun silam
tak lagi kucurkan tangisan
meredupkan senyuman
membasahi indra penglihatan
bagaimanapun cinta pernah pergi
meski kini kembali menyambangi
namun kehampaan harus ku perhitungkan
rindu terbongkah, usang dalam endapan kenangan
terkuak debu asmara, menghambur pekat
masih hangat senyuman itu

Sama ketika kau berpaling dar
sebuah kejujuran telah teruraikan
mencipta samar sebuah kesimpulan

iku
 Kau,masih kuharapkan..
jeda kebahagiaan tlah di akhir alinea
titik enggan kita torehkan
dan senyumanmu pembuka alinea baru
kau meminang cintaku

Mahakarya sang pencipta cinta
dalam mengasah kisah
dinaungi sinar samar terpancar
mentari berbinar
nampak jelas nanar muka ayu menawan
merona mengukir senyuman
ketika lantang ku katakan, kita balikan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar